Hari ini dada
terasa sesak sekali, mendengar seorang ayah yang sangat ku cintai berkata
seperti itu. Bagaikan aku anak bodoh yang tak pernah membuatnya bangga. “Ayah,
aku telah berusaha !!!” kalimat ini yang ingin dengan lantang kuteriakan
dihadapan semua orang. Aku sebenarnya mengerti maksud ayah, sebagai anak sulung
aku dituntut menjadi teladan dan pengganti ayah untuk mereka. Tetapi, aku telah
berjuang agar bisa menuntun mereka nantinya. Apa tidak boleh jika sesekali aku
salah ? Apa hanya karena IP yang rendah, aku membuatmu kecewa ?
Sejujurnya aku
sangat menyesal dilahirkan sebagai anak pertama, apalagi dari keluarga yang
sederhana. Astagfirullahal’adzim !!! aku tak bermaksud menyalahkan Tuhan atas
pemberiannya, namun sunggh berat beban yang aku rasakan. Tanggung jawab serasa
menumpuk dipundak ini. Pernah ku berpikir, andai saja aku punya kakak pasti dia
akan mampu melindungi aku. Aku tak perlu merasa terbebani seperti saat ini.
“Endless Love” drama korea yang membuatku sangat iri, rindu dimanja oleh seorang
lelaki yang menyayangiku. Rindu akan sosok seorang KAKAK.
Lagi-lagi aku
ingkar akan nikmat-Nya. Bukankah dalam surat Al-Insyirah telah dijelaskan
“Sesudah kesulitan ada kemudahan” !! Kenapa aku masih saja mengeluh dengan hal
sepele seperti ini ? Mengapa hanya karena manusia aku jadi menyalahkan Sang
Pencipta ? Hamba macam apa aku ini ? Ya Rabb, ampuni hamba. :’(
Apa begitu
sulitkah hidup ini sehingga aku sering sekali mengeluh ? Jika hanya karena
sebuah perkataan aku merasa seperti orang yang paling susah didunia, bagaimana
denga mereka yang terlahir dalam keadaan tak sempurna ??? Bukankah merekalah
yang paling kasian jika dibandingkan dengan diriku ? Tak tahu malu memang
diriku, masih pantaskah aku mengeluh ?? BODOH !!!
Mereka yang tanpa
tangan, kaki, mata, mulut, telinga bisa menjadi orang sukses dan mampu
bersyukur, sementara aku yang Allah telah berikan kesempurnaan malah seenaknya
mengoceh tentang takdir. Sungguh kufur sekali hati yang Allah beri kelembutan
didalamnya. Kemana kau wahai hamba yang mengaku muslimah ?? Telah hilangkah
semua ilmu yang kau dapat dari TK hingga kini ? Dimana akidah yang selalu kau
agung-agungkan ?? Apa arti hijabmu bila hatimu masih saja belum tertutupi
kebathilan ?
ALLOOHUMMA
INNII A’UUDZUBIKA MINAL QOLBI LAA YAKHSYA’U WAMIN DU’AA IN LAA YASMA’U WAMIN
NAFSIN LAA TASYBA’U WAMIN ‘ILMIN LAA YANFA’U. A’UUDZUBIKA MIN HAA ULAA IL
ARBA’. (Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hati yang tidak khusyu’,
do’a yang tidak didengar, jiwa yang tidak pernah puas, dan ilmu yang tidak
bermanfaat.)
ROBBI INII
DHALAMTU NAFSII FAGHFIRLII (“Ya Allah ya Tuhanku sesungguhnya aku telah berbuat
dhalim kepada diriku sendiri, maka ampunilah aku.”)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar