Source: http://caramembuat524.blogspot.com/2014/01/cara-agar-blog-tidak-bisa-di-copy-paste.html Khafat Purple: Hari Kelabu “Ampuni Hamba Ya Rabb”

NARS

NARS

Senin, 11 Februari 2013

Hari Kelabu “Ampuni Hamba Ya Rabb”


Hari ini dada terasa sesak sekali, mendengar seorang ayah yang sangat ku cintai berkata seperti itu. Bagaikan aku anak bodoh yang tak pernah membuatnya bangga. “Ayah, aku telah berusaha !!!” kalimat ini yang ingin dengan lantang kuteriakan dihadapan semua orang. Aku sebenarnya mengerti maksud ayah, sebagai anak sulung aku dituntut menjadi teladan dan pengganti ayah untuk mereka. Tetapi, aku telah berjuang agar bisa menuntun mereka nantinya. Apa tidak boleh jika sesekali aku salah ? Apa hanya karena IP yang rendah, aku membuatmu kecewa ?
Sejujurnya aku sangat menyesal dilahirkan sebagai anak pertama, apalagi dari keluarga yang sederhana. Astagfirullahal’adzim !!! aku tak bermaksud menyalahkan Tuhan atas pemberiannya, namun sunggh berat beban yang aku rasakan. Tanggung jawab serasa menumpuk dipundak ini. Pernah ku berpikir, andai saja aku punya kakak pasti dia akan mampu melindungi aku. Aku tak perlu merasa terbebani seperti saat ini. “Endless Love” drama korea yang membuatku sangat iri, rindu dimanja oleh seorang lelaki yang menyayangiku. Rindu akan sosok seorang KAKAK.
Lagi-lagi aku ingkar akan nikmat-Nya. Bukankah dalam surat Al-Insyirah telah dijelaskan “Sesudah kesulitan ada kemudahan” !! Kenapa aku masih saja mengeluh dengan hal sepele seperti ini ? Mengapa hanya karena manusia aku jadi menyalahkan Sang Pencipta ? Hamba macam apa aku ini ? Ya Rabb, ampuni hamba. :’(
Apa begitu sulitkah hidup ini sehingga aku sering sekali mengeluh ? Jika hanya karena sebuah perkataan aku merasa seperti orang yang paling susah didunia, bagaimana denga mereka yang terlahir dalam keadaan tak sempurna ??? Bukankah merekalah yang paling kasian jika dibandingkan dengan diriku ? Tak tahu malu memang diriku, masih pantaskah aku mengeluh ?? BODOH !!!
Mereka yang tanpa tangan, kaki, mata, mulut, telinga bisa menjadi orang sukses dan mampu bersyukur, sementara aku yang Allah telah berikan kesempurnaan malah seenaknya mengoceh tentang takdir. Sungguh kufur sekali hati yang Allah beri kelembutan didalamnya. Kemana kau wahai hamba yang mengaku muslimah ?? Telah hilangkah semua ilmu yang kau dapat dari TK hingga kini ? Dimana akidah yang selalu kau agung-agungkan ?? Apa arti hijabmu bila hatimu masih saja belum tertutupi kebathilan ?
ALLOOHUMMA INNII A’UUDZUBIKA MINAL QOLBI LAA YAKHSYA’U WAMIN DU’AA IN LAA YASMA’U WAMIN NAFSIN LAA TASYBA’U WAMIN ‘ILMIN LAA YANFA’U. A’UUDZUBIKA MIN HAA ULAA IL ARBA’. (Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hati yang tidak khusyu’, do’a yang tidak didengar, jiwa yang tidak pernah puas, dan ilmu yang tidak bermanfaat.)
ROBBI INII DHALAMTU NAFSII FAGHFIRLII (“Ya Allah ya Tuhanku sesungguhnya aku telah berbuat dhalim kepada diriku sendiri, maka ampunilah aku.”)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar