Jumat, 16 Januari 2015

TIGA SAYAP PENGUAT


Membuka mata di pagi hari, menikmati sejuknya embun. Ya,, sudah lama tidak menyentuh fajar. Melihat detik-detik matahari merangkak naik, memberi surya terang benderang. Seringnya bangun sejam setelah adzan shubuh berkumandang, tertinggal akan indahnya panorama. MALAS !!!! Sifat syeitan itu sudah menjalar ke alam bawah sadar. Sungguh bukan teladan baik untuk mereka, bro-sis yang menuakanku.
5 L “Lelah, Letih, Lesu, Lemah, Lunglai” karena 5 B  “Begadang, Begadang, Begadang, Begadang, Begadang”. Mabuk oleh kelap-kelip langit gelap hingga Big Star tak mampu menarik perhatian. Kadang malu dengan hijab panjang, lebih malu lagi kepada Sang Pencipta. Bingung kenapa bisa tahan dalam situasi yang amat menyusahkan seperti ini. Terperangkap dalam rutinitas yang salah. PERUBAHAN yang dibutuhkan enggan datang. Lagi-lagi prinsip yang kurang tepat, JANGAN MENUNGGU PERUBAHAN bro, LAKUKAN PERUBAHAN !!! JEMPUT bola, BERGERAK !!! DIAM mengharap UMPAN hanya membuat TERLENA untuk MEMINTA tanpa BERUSAHA. Dan akhirnya HASIL yang didapat cuma SISA  .
Tersadar sejenak dan berharap tetap selamanya. TANGGUNG JAWAB !!! Amnesiapun belum mampu menghapus kenyataan. Sulung dengan anugerah tri-brosis,, Dunia bagaikan keharusan untuk dihadapi. Melenyapkan kemalasan jalan utama menjalankan amanah. Hingga mereka sukses dan mampu berdiri sendiri. Laksana seekor burung, pincang dengan sebelah sayap. Terjatuh bahkan sebelum memulai. Namun karena mereka, dengan tegas dapat kukatakan “aku lebih gagah dari seekor burung”. Tiga Sayap menguatkan sejak awal pijakan dan mungkin sampai batas peristirahatan terakhir.